Alam Bertasbih

Semesta Alam bertasbih kepada Allah dengan cara taat pada hukum sunnatullah yang diperlakukan baginya  dan tunduk pada kehendak Allah, ketaatan dan ketundukannya kepada kodrat (kekuasaan) dan kehendak Allah (Iradat) menjadikan alam itu  selalu  memiliki sifat positif. Manusia sebagi penghuni alam seharusnya juga menjaga kondisi agar selalu dalam posisi positif, dengan selalu taat dan patuh pada Allah dan RasulNya, sehingga tidak terjadi perbenturan yang mengakibatkan bencana.

Allah SWT berfirman:

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Surat Al Hadid ayat 1).

تُسَبِّحُ لَه‘ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَاَلْأَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ 4 وَإِنَّ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَاكِنْ لاَ تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ إِنَّه‘ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.( Al Isra ayat 77).

Alam semesta itu bertasbih kepada Allah SWT seluruhnya, seperti bumi, gunung, air, api, udara, halilintar, benda-benda langit dan semuanya. Tasbihnya alam itu sepanjang yang diketahui manusia mentaati hukum sunatullah dan tunduk pada Iradat (kehendak) Allah SWT. Bagaimana alam itu bertasbih dirahasiakan Allah SWT terhadap manusia, tetapi sedikit banyak dapat dipahami dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu Allah menyuruh agar manusia membaca alam yang tergelar.

Allah SWT memuji orang orang yang selalu ingat kepada Allah dan mau memikirkan alam semesta untuk meyakini ke-AgunganNya melalui ayat ayat kauniyyah (gejala alam), orang-orang inilah yang diberi gelar mulia sebagai Ulil Albab yaitu orang orang yang berakal. Firman Allah Surat Ali Imran ayat 191).

Alam semesta yang bertasbih itu bila diilustrasikan dengan suatu lambang memiliki lambang (+) atau positif. Karena alam itu tidak pernah bersalah ia selalu mengikuti dan mentaati hukum sunatullah yang ditetapkan Allah SWT. Jika alam bergejolak hingga berakibat terjadinya bencana buat manusia, jangan salahkan alam karena alam itu hanya tunduk kepada qudrat (hukum)dan iradat (kehendak} Allah SWT, alam adalah tentara Allah, tetapi lihatlah pada kesalahan manusia yang selalu mengingkari hukum-hukumNya.

Manusia sebagai bagian dari jagad raya ini semenjak lahirnya juga memiliki lambang positif (+) lambang ini terus akan dimiliki manusia selama ia beriman dan taat kepada Allah dan RasulNya. Tetapi ketika manusia itu mengikuti jalan syetan, atau tergoda oleh kehidupan dunia kemudian mulai berbuat dosa maka terjadilah proses perubahan dari nilai plus menjadi minus.

Manusia berdosa ? itu wajar, tetapi bila tidak merasa berdosa, tidak mau bertaubat kepada Allah tidak mau memeluk agama yang diridaiNya, dan tidak mau bersujud kepadaNya maka hilanglah nilai positif dari dalam dirinya dan bergantilah dengan lambang negatif().

Ada seorang muslim di Yogyakarta, yang tidak taat pada agamanya, hingga sering mengkunsumsi ganja dan memperjualbelikannya. Ketika kawan-kawannya tertangkap polisi dan masuk penjara, si muslim itu tidak pernah tertangkap. Sampai beberapa tahun. Hal itu karena ia masih memiliki sedikit nilai positif, yaitu dia memelihara anak yatim yang masih kemenakannya sendiri.

Hingga suatu hari datanglah seorang kawan yang saleh mengingatkan dan menasehatinya dia berkata: “tahukah kamu apa yang menyebabkan kamu selamat dari tangan aparat? itu karena kamu masih memelihara anak yatim, tapi ingat saat anak itu sudah dewasa dimana kewajiban anak yatim sudah selesai, dan kamu tetap  menjalankan bisnis haram itu maka hati-hatilah, karena kamu tidak bisa bersembunyi dari kehendak Allah.” Saat kawan yang saleh itu menasehatinya, anak yatim itu sudah dewasa dan mandiri, jarak 3 bulan dari peristiwa ini si muslim yang maksiyat itu tertangkap polisi dan masuk LP hingga 4 tahun.

Bila lambang negative itu sudah mayoritas dalam masyarakat, maka terjadilah perbenturan antara manusia yang berlambang negative dengan alam semesta yang berlambang positif laksana hubungan arus pendek pada energy listrik yang menimbulkan kebakaran, dan terjadilah apa yang disebut bencana alam.

Berkaitan hal ini Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابُ اللهِ ( رواه طبراني والحاكم عن ابن عباس) صح جميع الصغير 31

Manakala perzinahan dan riba telah mayoritas di tengah masyarakat maka sungguh Allah telah mengijinkan alam membuat bencana bagi diri mereka (manusia)(Riwayat Thabarani dan Al Hakim dari Ibnu’Abbas) Dishahihkan dalam Kitab Jami’us Shaghir hal 31.

Kesalahan kesalahan Umat yang menghilangkan nilai positif.

1.Tidak punya rasa malu melanggar larangan Allah SWT, contoh tidak malu membuka aurat didepan publik. Ini berarti hilangnya iman dari dalam dada, karena selemah-lemah iman itu masih ada rasa malu untuk melanggar kesopanan, tidak adanya rasa malu membuka aurat di depan public sudah termasuk melanggar kesopanan dan melanggar ketentuan (syariat)agama dan pertanda imannya tidak melewatii kerongkongan sehingga tidak memenuhi syarat keimanan yang wajib masuk dalam dada.

2.Tidak bersandar (tawakkal) kepada Allah SWT. Saat datang cobaan, seorang mukmin sebenarnya hanya menyandarkan diri dengan keyakinan penuh kepada Allah Ta’ala, tetapi apa yang terjadi? Ketika dicoba Allah dengan penyakit bukan hati yang berbicara tetapi logikanya, ia berfikir bahwa dengan  obat, atau obat alternative sudah cukup untuk menyembuhkan sakitnya tanpa bersandar kepada  Allah Dzat yang memberi manfaat atau madharat (bahaya)  karena hak Allah-lah menyembuhkan suatu penyakit, segala obat akan bermanfaat bila selalu bersandar kepada Allah dengan beriman, bertaqwa dan berdo’a kepadaNya.

Ucapan Nabi Ibrahim as yang menunjukkan sikap besandarnya kepada Allah di saat sakit diabadikan dalam Al Quran :

وَإِذَامَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ

Dan apabila Aku sakit, dialah yang menyembuhkan aku, (Surat Asy Syu’ara 80).

Karena itu cobaan sakit atau lainnya harus disikapi dengan benar dengan bertaubat dan mendekatkan diri kepadaNya. Ada cerita seorang kawan mengalami suatu penyakit yang menyusahkan, berobat di Indonesia tidak sembuh, ia berobat ke Amerika, hasilnya nihil, ia berobat ke Australia, hasilnya sama saja, kemudian berobat ke Jepang, tidak sembuh juga, tetapi dokter Jepang itu seorang muslim dan menyarankan agar ia bertanya kepada Ahli Dzikir (Ulama) yang di Indonesia cukup banyak. Sesudah ia pulang ke Indonesia ia menemui seorang Ulama yang memberinya saran agar  mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan puasa sunat. Setelah advis Ulama itu ia jalankan, hasilnya luar biasa ia sembuh dari penderitaannya dan ia suka berpusa Senin – Kamis hingga saat ini.

Islam tidak mengesampingkan pengobatan medis maupun non medis, tetapi cara I’tiqadnya harus yang benar seperti I’tiqad Nabi Ibrahim as, dan jangan berobat dengan barang haram. Nabi bersabda :

إِنَّ اللهَ تَعَالَى لَمْ يَجْعَلْ شِفَاءَكُمْ فِيْمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ  (رواه طبراني عن أم سلمة) صححه السيوطي جص 72

Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menjadikan kesembuhanmu (dari suatu penyakit) dengan apa apa yang diharamkan atas kalian. (Riwayat Thabarani dari Umi Salamah) dishahihkan As Suyuthi, Jami’us  Shaghir 72.

3.Ghaflah (lalai dari dzikrullah)yaitu Lalai mengingatNya dan meninggalkan Dzikrullah. Salah satu amalan sunnah yang istimewa adalah Dzikrullah, karena dapat menetralisir hal-hal negativ yang masuk pada diri seseorang. Dzikir yang disikapi dan dihayati dengan benar dapat mencapai iradatullah yang baik. Perhatikan Firman Allaah berikut ini:

فَلَوْلآ أَنَّه‘ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ * لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ*

Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat   Allah, Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.(Surat As Shaffat 143-144).

Allah SWT memakai istilah kalau sekiranya atau dengan kata lain seandainya Nabi Yunus as bukan orang ahli dzikir yang banyak bertasbih atau memuja muji Allah, benar-benar atau sungguh ia akan tetap dalam perut ikan itu (artinya akan tewas) hingga hari kebangkitan. Ayat ini menunjukkan bahwa secara sunatullah tak ada manusia yang dapat hidup dalam air tanpa peralatan menyelam, tetapi lantaran beliau seorang yang banyak bertasbih (berdzikir kepada Allah) maka Allah memperlakukan iradatNya, itulah alasan atau sebab Allah menyelamatkannya, bukan karena kenabiannya, sehingga setiap muslim yang istiqamah dengan dzikirnya juga akan diperlakukan Allah yang sama yaitu diselamatkan dari mara bahaya.

Karena itulah Allah berfirman :

فَاسْتَجَبْنَالَه‘ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَالِكَ نُنْجِى الْمُؤْمِنِيْنَ *

Maka kami Telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. dan Demikianlah kami selamatkan orang-orang yang beriman. (Surat Al Anbiya ayat 88.)

Pada waktu terjadi gempa Yogyakarta Mei 2006 yang lalu seorang kawan yang tinggal di Kasongan Bantul Yogyakarta tidak sempat keluar dari dalam rumahnya, ia hanya sempat memeluk anak satu-satunya dan isterinya, sambil berdiri bangunan tembok itu runtuh rata dengan tanah. Sebelum gunung-gunung itu menghantam kepala dan badannya ia mengucap takbir dengan keyakinan penuh, ternyata benarlah firman Allah SWT, ingatlah kamu kepadKu niscaya Aku akan mengingatmu (menolongmu). Sesudah selesai goncangan gempa, ia dan keluarganya terkubur reruntuhan, hingga tidak dapat bergerak dari tempat berdirinya. Ia baru bisa keluar sesudah reruntuhan itu dipindahkan oleh warga kampung, dan atas pertolongan Allah SWT ia dan keluarganya tidak mengalami luka atau lecet sedikitpun.

Ucapan takbir atau kalimat dzikir lainnya akan menjadi sebab seseorang mendapat pertolongan Allah manakala dzikirnya itu sudah menjadi amalan yang ia wajibkan untuk dirinya sendiri. Dari segi kajian Ilmu Tauhid dzikrullah termasuk bentuk pengamalan dan  penghayatan Tauhid Sifat dan Asma karena itu setiap muslim seharusnya mengkaji, memahami dan mengamalkannya baik secara sendiri sendiri maupun      secara jama’ah.

GLOBAL WARMING

Global Warming Dalam pandangan Ilmuwan dan Ulama.

Fakta  ketidak nyamanan  alam yang dirasakan masyarakat dunia hingga saat ini adalah pemanasan global yang perlu  keseriusan untuk mengatasi  krisis iklim, di mana hingga periode  akhir akhir ini kebanyakan  ilmuwan masih berpegang pada pemikiran ilmiah berdasarkan temuan,  informasi dan prediksi tentang perubahan iklim dan upaya untuk mengatasi masalah, dengan mengubah persepsi masyarakat dunia, termasuk studi akademis tentang  iklim.

Pemanasan global yang mereka sebut  ” Futurama” (kejahatan panas) adalah fenomena pemanasan global  menurut pandangan para ilmuwan mengenai perubahan iklim, dan diskusi tentang isu-isu politik dan ekonomi yang berkaitan dengan pemanasan global, dan  akibat yang diyakini dapat mengubah dunia secara radikal, karena masyarakat dunia tidak berusaha untuk menurunkan secara signifikan unit gas rumah kaca, dalam beberapa tahun mendatang.
Grafik tahunan menunjukkan peningkatan rata-rata suhu dan tingkat karbon dioksida pada 650 ribu tahun, dan mengambil model Antartika. “fenomena pemanasan global tidak tumbuh secara alamiah, dan akan jika tidak ada upaya penurunan akan berdampak terjadinya  keruntuhan besar balok-balok es di Greenland atau Antartika Barat, dan runtuhnya salah satu dari dua tempat akan menyebabkan kenaikan tingkat folume air laut dan samudera yang tinggi,  termasuk hampir 6 meter (20 kaki), dan banjir daerah pesisir, dan berakibat terjadinya pengungsian lebih dari 100 juta pengungsi.

Mencairnya es Greenland akan mengurangi tingkat sanitasi air, dan dapat menghentikan arus hangat yang tetap di Eropa Utara, dan akan menyebabkan bencana.  Gore Kerry Emanuel membuat prediksi dalam bentuk film animasi  yang menggambarkan apa yang mungkin terjadi pada hewan-hewan yang lebih rentan terhadap ancaman perubahan iklim, hewan hewan kutub yang jauh  jaraknya dari daratan untuk mencari tanah, dan tenggelam lebih cepat karena gunung es yang menjadi rumah unik dari beruang kutub terus-menerus meleleh.

Dalam  film itu berakhir dengan ajakan untuk  mengambil inisiatif guna menaggulangi  secara tepat waktu dengan segera untuk mengurangi dampak pemanasan global dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, menanam pohon dan terus menyerap sejumlah karbon dioksida yang dipancarkan ke atmosfer, dan mengajak pemirsa untuk mempelajari cara-cara yang tepat  untuk membantu dalam usaha untuk melindungi lingkungan.

Gore menulis buku yang menyertainya dengan judul yang sama dengan filmnya yang  telah diterbitkan bertepatan dengan peluncuran salinan dokumenter. Buku berisi informasi tambahan, dan analisis ilmiah, serta komentar-komentar dari Gore tentang isu-isu yang disajikan dalam film Ilustrasi pada tahun 2007, dan memproduksi film documenter yang menyoroti informasi tambahan setelah diklarifikasi pada akhir film, termasuk isu Badai Katrina, dan menipisnya terumbu karang dan kegiatan seismik dari gletser es di Greenland, dan kebakaran hutan , serta emisi metana diikuti oleh pencairan lembaran es.

Gore  mencoba untuk membuktikan hipotesis pemanasan global  adalah kenyataan yang tidak dapat dihindari, penyebab utama adalah Hak, dengan konsekuensi bencana jika tidak diambil langkah yang diperlukan untuk menghindari, dan untuk mendukung hipotesis Gore menyajikan beberapa data dari kurva dan diagram, termasuk:
• Keliling kurva, yang mengukur tingkat karbon dioksida dari Observatorium Mauna Loa.
• Melihat foto dari pencairan gletser banyak daerah bekas dan baru. (Lihat surut es sejak 1850)
• Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Institute of Physical Sciences di University of Bern dan proyek Eropa untuk menjelajahi lembaran es Antartika (Ingelezip EPICA) yang menampilkan informasi mengenai es di jantung benua dingin, tingginya emisi gas biner belum pernah terjadi sebelumnya dalam 650 ribu tahun terakhir .
• Rekam suhu diambil sejak tahun 1880, kajian menunjukkan bahwa sepuluh tahun terpanas pada periode, terkonsentrasi di empat belas tahun sebelumnya. (Ie, sejak tahun 1990-2004).

Global Warming dalam pandangan Ulama.

Bagi seorang muslim Global Warming yang terjadi hingga saat ini tidak terlepas dari akidah (keyakinan) bahwa tidak ada suatu kejadian di dunia ini sekecil apapun yang terlepas dari kekuasaan dan kehendak Allah SWT.  Kita yakin bahwa Allah telah menciptakan dunia, akhirat, surga dan neraka, yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Dunia adalah kehidupan antara yang bisa dekat ke neraka bila mayoritas penduduknya  mengingkari nikmatNya, tetapi bisa dekat ke surga bila masyarakat dunia beriman dan bertaqwa kepadaNya.

Berdasarkan informasi wahyu bahwa Neraka adalah jurang dan lautan api yang uap apinya sering  menerpa bumi kita, hingga iklim yang dingin dan sejuk lenyap karenanya. Dalam hadits Nabi SAW disebutkan :

أَبْرِدُوْا بِالظُّهْرِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْفَيْحِ جَهَنَّمَ ( رواه البخاري و ابن ماجه) عن أبي سعيد (أحمد و اتلحاكم) عن صفوان بن مخرمة وغيرهم (جص 5).

“Dinginkanlah kerasnya panas dengan shalat (zhuhur) karena sesungguhnya kerasnya iklim panas itu dampak dari uap Jahannam.” (Hadits riwayat Bukhari dan Ibnu Majah) dari Abi Said. (Ahmad dan Ak Hakim) dari Shofwan bin Muhrimah dan riwayat lainnya. (jamius Shaghir hal 5).

Investigasi yang dilakukan oleh Profesor Naomi Oorasks, sebanyak 928 artikel yang dipublikasikan antara tahun 1993 dan 2003 yang membicarakan tentang perubahan iklim, dan menerbitkan hasil pengamatan dalam sebuah editorial dalam jurnal Science, dimana setiap artikel yang dikumpulkan  mendukung pandangan bahwa penyebab utama pemanasan global adalah manusia.

Namun sebab sebab yang dilakukan manusia itu hanya sebatas interaksinya terhadap alam, belum menyentuh wilayah Ilahiyah dan Keimanan. Tersebut Firman Allaah dalam Surat Ar Rum ayat 40-42:

Allah-lah yang menciptakan kamu, Kemudian memberimu rezki, Kemudian mematikanmu, Kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat demikian itu? Maha sucilah dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. (40)

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (41)

Katakanlah: “berjalanlah di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (42)

Dari nas Quran tersebut nyata bahwa rusaknya alam disebabkan perbuatan manusia (ayat 41)yang tidak bersyukur atas rezeki yang diberika, berbuat kemusyrikan (ayat 40)dan kemaksiyatan, akibatnya adalah ketidak nyamanan alam sebagai hunian masyarakat dunia.

Uap neraka Jahannam yang panas itu akan terus menerpa bumi kita ini selama penghuninya tidak mau beriman dan mengikuti agama Islam yang diridhaiNya. Hingga alat pendingin ruangan seperti AC tidak terasa dingin, kipas angin juga tidak bermanfaat, bahkan dalam suasana hujan di malam hari udara tetap terasa panas. Dalam hadits disebutkan Nabi SAW:

إِنَّ لِجَهَنَّمَ بَابًا لآيَدْخُلُهَا إِلاَّ مَنْ شَفِيَ غَيْظُهُ بِمَعْصِيَةِ اللهِ ( رواه بن أبي الدنيا عن بن عباس) جص 96

“Sungguh Neraka Jahannam itu mempunyai pintu pintu, yang tidak dimasuki kecuali orang yang reda marahnya karena berbuat maksiyat kepada Allah SWT.” (Hadits riwayat Ibnu Abid Dunya dari Ibnu Abbas) Jamius Shaghir hal 96.

Amar makruf nahi-mungkar adalah tugas utama kaum muslimin selain ibadah, tetapi amar makruf nahi mungkar dapat ditinggalkan kaum muslimin bila mereka ikut-ikutan berbuat maksiyat, saat itulah pintu Jahanam mulai terbuka dan uap neraka Jahanam akan menerpa bumi, dan neraka itu akan dimasuki oleh orang yang meninggalkan amar makruf dan nahi mungkar.

  1. Sumber  : Senator fights the tide, calls warming by humans a hoax“، San Francisco Chronicle، October 11, 2006. محقق في 2007-03-18.
  2. ^ Eric، Steig (May 10, 2006). Al Gore’s movie. RealClimate. وُصِل لهذا المسار في 2007-03-18.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s