AL QURAN SBG SUMBER HUKUM

Ibnu Taimiyah bi ziyadah

فلا وربّك لا يؤمنون حتّى يحكّموك فيما شجر بينهم ثمّ لا يجدون في أنفسهم حرجا ممّا قضيت ويسلّموا تسليما (65)

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. Surat An Nisa ayat 65.

Ayat ini dawali dengan kata “maka demi Tuhanmu” yang menunjukkan pentingnya maksud  apa yang terkandung di dalamnya, bahwa tidaklah syah keimanan seorang muslim sehingga mau berhukum terhadap apa yang diturunkan Allah, dan menerima keputusan hukum dengan lapang dada. Karena itu masalah hukum termasuk masalah akidah yang wajib diluruskan, hingga selamatlah keimanannya.

Berpindah dari hukum thaghut,  untuk tunduk kepada aturan/hukum Allah dan Rasul-Nya dan mengingkari keputusan dengan suara bulat, yang merupakan thaghut-thaghut jaman sekarang – yang dibawa Perserikatan Bangsa-Bangsa – yang secara bersama-sama menjadikan antara hukum dengan thaghut, dan antara penindasan dan kesombongan di berbagai negeri, dan tidak benar iman seorang muslim kecuali bila mengingkari thaghut-thaghut. Allaah SWT  berfirman :

فمن يكفر بالطاغوت ويؤمن بالله فقد استمسك بالعروة الوثقى

(barang siapa mengingkari thaghut dan beriman kepada Allah maka sungguh telah mengikatkan dirinya kepada tali agama Allah yang kokoh),  Surat Al Baqarah ayat 256.

dan Yang Mahakuasa berfirman:

ولقد بعثنا في كل أمة رسولاً أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت

(Dan Kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap bangsa, agar menyembah Allah, dan menjauhkan diri dari Thaghut). Surat An Nahl ayat 36.

Allah berfirman :

والذين اجتنبوا الطاغوت أن يعبدوها وأنابوا إلى الله لهم البشرى فبشّر عباد (17) يستمعون القول فيتّبعون أحسنه ألئك الذين هداهم الله وألئك هم أولوا الالباب (18)

Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembah- nya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku, Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya[*]. mereka Itulah orang-orang yang Telah diberi Allah petunjuk dan mereka Itulah orang-orang yang mempunyai akal. Surat Az Zumar 17-18.

[*] maksudnya ialah mereka yang mendengarkan ajaran-ajaran Al Quran dan ajaran-ajaran yang lain, tetapi yang diikutinya ialah ajaran-ajaran Al Quran Karena ia adalah yang paling baik.

Thaghut  ini; pengertiannya adalah thaghut pemerintah yang berhukum dengan keputusan selain apa yang diputuskan dan diturunkan Allah SWT, karena Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَ إلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

(Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mengklaim bahwa mereka beriman dengan apa yang diwahyukan kepadamu dan apa yang telah diturunkan sebelummu mereka menginginkan berhukum kepada thaghut padahal telah diperintahkan agar mereka mengingkarinya tetapi syetan menghendaki agar mereka sesat sejauh-jauhnya). Surat An Nisa ayat 59.

Berhukum kepada thaghut bermakna bahwa thaghut itu memiliki hukum-hukum  kufur yang diputuskan berdasarkan musyawarah dengan suara bulat, seperti dikutip oleh Ibnu Katsiir ra saat dia berkata  (barang siapa mengabaikan berhukum dengan syareat yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdullah penutup para nabi dan berhukum kepada hukum-hukum lain yang menghapus hukum Islam adalah kafir), maka bagaimana dengan orang-orang yang menyerahkan hukum kepada Ketua? Untuk menetapkan hukum padanya.

Barang siapa melakukan hal itu, kafir hukumnya berdasarkan ijmak kaum muslimin.
Sheikh Abdul Rahman bin Hassan Al Syaikh rahmat Allah berkata: (barang siapa menyelisihi dengan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya dalam hal menetapkan  hukum di antara manusia kemudian ia memutuskan dengan selain apa yang diturunkan Allah, atau dengan meminta orang orang sebagai pengikut sesuai apa yang dinginkannya; maka sungguh telah lepaslah tali Islam dan iman dari  lehernya , walaupun ia mengklaim sebagai orang mukmin),

Maka sungguh Allah Yang Maha Esa menolak pernyataan orang yang mendakwakan dan mengaku beriman, karena berdasar pada firmanNya:  tidak tahukah kamu siapa orang ”yang mengaku” beriman tetapi Allah yang menyangkal ke-imanan mereka; maka bila mereka mengklaim sebagaimana dikatakan orang-orang  padahal mereka mendustakan dan menyelisihi terhadap apa yang diwajibkan dan perbuatan yang seharusnya dilakukan tetapi ditolaknya, maka dia adalah seorang pendusta , Firman Allah membuktikan ini (mereka telah diperintahkan untuk mengingkarinya) karena pengingkaran terhadap thaghut itu termasuk dasar tauhid – seperti dalam surat Al Baqarah – bila dasar itu tidak dipenuhi  maka tidak termasuk kreteria tauhid, dan tauhid itu merupakan azaz iman, yang  akan memperbaiki semua amal perbuatannya dan akan rusak karena ketiadaannya : sebagaimana FirmanNya (Barangsiapa yang mengkafiri thaghut dan beriman kepada Allah maka sungguh ia telah  berpegangan tali yang kuat), dan hal itu berarti berhukum kepada thaghut dan mengikutinya.

Sheikh Abdullah Abu Bathin: (yang dimaksud Thaghut termasuk segala yang disembah dan ditaati selain Allah, dan setiap kepala yang berada dalam kesesatan, dan promosi pada yang bathil, yang dianggap baik, juga termasuk tiap-tiap sangsi hukum pada orang diantara orang lainnya, dengan ketentuan hukum jahiliyah, yang bertentangan dengan aturan Allah dan Rasul-Nya).

Syekh Muhammad al-Amin Syinqiithi berkata dalam ayat (dan janganlah kamu

berbuat syirik dengan seorangpun dalam masalah keputusan hukumNya) Surat Al Kahfi ayat 26, setelah menyebutkan kumpulan ayat-ayat yang menunjukkan kekufuran orang-orang yang berhukum kepada thaghut dan meninggalkan teks-teks suci ini yang merupakan hukum langit, yang kita miliki, nampak sangat nyata; bahwa mereka yang mengikuti hukum-hukum yang disahkan oleh setan melalui lidah kekasih kekasihnya, yang bertentangan dengan apa yang ditetapkan oleh Allah SWT di lidah rasul-Nya, semoga Allah memberkati kita, sungguh Dia tidak ragu-ragu  dalam menjelaskan kekufuran dan kemusyrikan mereka, atau bila tidak  mereka hanya mengaburkan visi Allah dan mereka dibutakan oleh cahaya wahyu seperti mereka.

Sheikh Ahmed Shakir : (  sungguh perintah dalam masalah hukum positif itu  terang seterang matahari; yaitu kufur kasar tidak halus dan tidak berputar-putar, dan tidak ada alasan bagi seseorang yang memeluk Islam tak peduli siapa dia yang sedang bekerja, atau menundukkan diri kepada mereka, atau menyetujuinya, maka berhati-hatilah tiap diri dan setiap orang bertanggung jawab untuk dirinya sendiri di hadapan Allah SWT).

Karena itu setiap pelanggaran hukum yang tidak dikenai sangsi hukum berdasarkan Kitabullah dan sunnah Rasul merupakan perbuatan zhalim yang wajib untuk bertaubat dengan taubat nashuha, dengan diikuti penyesalan dan tidak mengulanginya. Allah SWT berfirman:

ولو أنهم إذ ظّلم أنفسهم جاءوك فاستغفروا الله واستغفر لهم الرسول لوجدوا الله توابا رحيما

.. Sesungguhnya Jikalau mereka ketika menganiaya dirinya[*]kemudian datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. ( Surat An Nisa ayat 64)

[*]  yaitu berhakim kepada ketentuan hukum selain nabi Muhammad s.a.w.

Mengapa tidak dikenai sangsi sesuai apa yang diturunkan Allah, karena system yang ditegakkan dalam perangkat kekuasaan bukanlah hukum Allah, tetapi hukum selain Allah yaitu hukum thaghut yang wajib diingkari bila bertentangan dengan syareat. Karena itu menjadi kewajiban kaum muslimin untuk sadar hukum Allah dan memperjuangkannya melalui jalur politik untuk mencapai kekuasaan. Hal ini karena hukum adalah peangkat yang tidak terpisahkan dengan otoritas kekuasaan.

Bila perjuangan melalui jalur politik yang legal mampu mencapai kemenangan mayoritas, kemudian hukum syareat tetap tidak ditegakkan maka seluruh komponen umat Islam wajib bersatu padu dalam bentuk “people power” untuk menekan penguasa dan para petinggi yang masih mengekor thaghut yang menyesatkan dan akibatnya juga akan dirasakan bukan hanya oleh para pemimpin saja tetapi semua pengikutnya juga akan kena sangsi siksa di neraka.  Allah berfirman :

Sesungguhnya Allah mela’nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), (64) Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong.(65). Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, Andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”. (66). Dan mereka berkata;:”Ya Tuhan kami, Sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). (67). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”.(68)  Surat Al Ahzab.

Kata-kata para ulama dalam bagian ini terlalu banyak, seperti yang disebutkan di atas sudah cukup bagi mereka yang menginginkan yang benar.
Dan  semoga Allah SWT menolong kita.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s