Do’a menghafal Al-Qur’an

Sumber Hadits Kitab Al Jami’u al Shaghir oleh Imam Jalaluddin Suyuthiy halaman : 115. Nabi saw bersabda :

أََلاَ أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللهُ بِهِنَّ وَ يَنْفَعُ مَنْ عَلَّمْتَه‘ صِلْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي الرَّكْعَةِ الأُوْلَى بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَ يس وَ فِى الثَّانِيَّةِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَ بِحم الدُّخَانِ, وَ فِى الثَّالِثَةِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَ بِالم تَنْزِيْلُ السَّجْدَةِ, وَ فِى الرَّابِعَةِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَ تَبَارَكَ الْمُفَصَّلِ, فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ التَّشَهُّدِ فَاحْمِدِ اللهَ تَعَالَى وَ أَثَنَّ عَلَيْهَ وَصِلْ عَلَى عَلَى النَّبِيِّيْنَ وَاسْتَغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ ثُمَّ قُلْ ﴿ اَللّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِي أَبَدًا مَاأَبْقَيْتَنِي وَ ارْحَمْنِي مِنْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لآ يَعْنِيْنِي وَارْزُقْنِي حُسْنُ النَّظْرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي اَللّهُمَّ بَدِيْعَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ ذَاالْجَلآلِ وَالإِكْرَامِ وَ الْعِزَّةِ الَّتِي لآ تَرَامَ أَسْأَلُكَ يَاأَللهُ يَا رَحْمَانُ بِجَلآلِكَ وَنُوْرِ وَاجْهِكَ أَنْ تَلْزِمَ قَلْبِي حَفَظَ كِتَابَكَ كَمَا عَلَّمْتَنِي وَارْزُقْنِي أَنْ أَتْلُوْهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يُرْضِيْكَ عَنِّي وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تُنَوِّرَ بِالْكِتَابِ بَصِرِي وَتَطَاقَ بِهِ لِسَانِي وَتُفَرِّجَ بِهِ كَرْبِي وَتَشْرَحَ بِهِ صَدْرِي وَتَسْتَعْمِلَ بِهِ بَدَنِي وَتَقْوِيْنِي عَلَى ذَالِكَ وَتَعِيْنَنِي عَلَيْهِ فَإِنَّه‘ لآ يَعِيْنَنِي عَلَى الْخَيْرِ غَيْرُكَ وَلآ يُوَافِقُ لَه‘ إِلاَّ أَنْتَ ﴾ فَافْعَلْ ذَالِكَ ثَلآثَ جُمْعٍ أَوْ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا تَحْفَظُه‘ بِإِذْنِ اللهِ وَمَا أَخْطَأَ مُؤْمِنًا قَطْ. (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَ طَبْرَانِي و الْحَكِيمُ عَن ِبْنِ عَبَّاسٍ ) جميع الصغير 115

Apakah kalian mau saya ajarkan kalimat yang Allah akan memberi manfaat dengannya, dan berguna bagi orang yang di- ajarkan Nya, Shalatlah malam Jumat 4 rakaat bacalah pada rakaat 1 surat Al Fatihah dan surat Yasin, rakaat ke 2 surat Al Fatihah dan surat al Dukhan, rakaat ke 3 surat Al Fatihah dan surat al Sajdah, rakaat ke 4 surat al Fatihah dan surat Tabarak ( al Mulk), bila selesai membaca tasyahud (sebelum salam) bacalah tahmid (pujian) dan sanjungan kepada Allah Ta’ala, kemudian bacalah shalawat kepada para nabi, dan memohonkan ampun untuk orang-orang beriman, kemudian membaca do’a:

Allaahummar hamniy bi tarkil ma’aashiy abada maa abqaitaniy, warhamniy min an atakallafa maa laa ya’nii niy, warzuqniy husnun nazhriy fii maa yurdhiika ‘anniy, Allaahumma badii’as samaawaati wal ardha dzal jalaali wal ik-raami wal ‘Izzati laa taraam, As aluka ya Allah ya Rahmaan bi jalaalika wa nuuri wajhika an talzima qalbiy hafazha kitaabaka kama ‘allamtaniy, warzuqniy an atluuhu ‘alan nahwil ladzii yurdhiika ‘anniy, wa as-aluka an tunawwira bil kitaabi bashariy wa tathaaqa bihi lisaaniy wa tufarrija bihi karbiy, wa tsyraha bihi shad-riy wa tasta’mila bihi badaniy wa taqwiiniy ‘alaa dzalika, wa ta’iinaniy ‘alaihi fa innahu laa ya’iinaniy ‘alal khairi ghairuka wa laa yuwaafiqu lahuu illaa anta. Maka lakukanlah 3 Jumat, atau 5 Jumat, atau 7 Jumat, dengan idzin Allah kamu akan menghafalnya, dan seorang mukmin tidak akan salah sedikitpun.

Arti do’a sesudah do’a di atas adalah :
Ya Allah rahmatilah aku agar mampu meninggalkan maksiyat selamanya, selama Kau kekalkan atasku, dan rahmatilah dari beban yang tidak berguna bagiku, dan berilah aku penglihatan yang baik terhadap apa yang Kau ridhai dariku. Ya Allah pencipta langit dan bumi yang memiliki keagungan dan kemulyaan, keperkasaan yang tidak berkurang. Saya mohon kepada Mu Ya Allah yang Maha Murah dengan ke Agungan Mu cahaya wajah Mu agar Kau tetapkan hatiku hafal Kitab Mu sebagaimana Kau ajarkan kepada ku, dan berilah kemampuan untuk membacanya sebagaimana yang Kau ridhai dariku, dan saya mohon kepada Mu agar Engkau memancarkan cahaya dengan Kitab Mu pada penlihatanku, dan berbicara dengannya lidahku, dan mengatasi dengannya kesulitan hidupku, dan melapangkan dengannya dadaku dan beramal dengannya badanku, dan menjaga diriku dengan semua itu, dan tolonglah atasnya karena sesungguhnya tidak ada yang menolong dalam kebaikan selain Mu dan tidak ada yang dapat menepati kecuali Engkau.


Keutamaan Belajar Al-Qur’an
Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca Al -Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran”. Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilanya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (21872) dan AdDarimi dalam Sunannya (3257)

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Ali ‘Imran: 190-191).
Rasullullah berkata: “Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya”

Maka mengapakah mereka tidak mau mentadabburi al-Qur’an? Apakah karena hati mereka terkunci mati?” (QS 47:24)

Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”.(Al-Israa':82)

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat“.(QS. 7:204)

Dari Umar bin al Khatthab ra, (Riwayat Muslim). bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda
“Sesungguhnya Allah mengangkat (martabat) sebagianorang dan merendahkan sebagian lainnya dengan sebab Al Qur’an.”

Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Utsman r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya”.

Yuk kita bangun generasi qur’ani…

Tips-tips menghafal Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab yang dijamin Allah subhanahu wa ta’ala akan selalau terjaga dari perubahan, penggantian, penambahan, dan pengurangan isi.
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9).

Berikut ini adalah sebagian dari kaidah-kaidah umum yang bisa membantu Anda untuk menghafal Al-Qur’an guna mendapatkan kedudukan yang agung sebagai seorang hafizh.

  • · Membatasi Porsi Hafalan Setiap Harinya Sebaiknya seseorang yang hendak menghafal Al-Qur’an untuk membatasi hafalannya untuk setiap harinya. Misalnya, hanya beberapa ayat saja, satu halaman atau dua halaman dari Al-Qur’an, atau seperdelapan juz, dan seterusnya. Lalu, setelah membatasi hafalan dan membenarkan bacaan, mulailah dengan melakukan pengulangan (muraja’ah)
  • Sebaiknya Menghafa tidak Melebihi Batasan Harian, Sampai Anda Dapat Menghafalnya Secara Sempurna Bagi hafizh Al-Qur’an, sebaiknya menghindari beralih kebatasan hafalan yang baru, kecuali ia telah menyempurnakan dengan baik batasan hafalan sebelumnya. Hal itu supaya apa yang telah dia hafal benar-benar terpatri ke otak.
  • Hindari Beralih ke Surat Lain Sebelum Anda Benar-benar Hafal Usai selesai satu surat Al-Qur’an, tidak seharusnya bagi hafizh beralih ke surat lain, kecuali setelah ia menghafalnya secara sempurna dan mengikat antara awal dan akhir surat tersebut. Lisannya juga menghafalnya secara gampang dan mudah, tanpa bersusah payah mengingat-ingat ayat-ayat yang dihafal dan menyempurnakan bacaan.
  • Senantiasa Memperdengarkan Hafalan Anda Wajib bagi seorang hafizh tidak menyandarkan hafalannya kepada dirinya sendiri. Akan tetapi, ia sebaiknya memperdengarkan hafalannya kepada hafizh yang lainnya atau mencocokkannya dengan mushaf. Ini bertujuan supaya seorang hafizh mengetahui adanya kesalahan bacaannya atau adanya bacaan yang terlupakan sebab banyak dari kita salah dalam membaca sebuah surat dan tidak menyadarinya meskipun sambil melihat mushaf. Hal ini karena ia banyak membaca tetapi tidak teliti.
  • · Menfaatkanlah Usia Emas Untuk Menghafal Usia tersebut adalah usia dari 5 tahun sampai kira-kira 23 tahun. Pada usia ini, kekuatan hafalan manusia sangat bagus. Bahkan ia merupakan tahun-tahun emas yang sangat berharga untuk menghafal.

Cara Cerdas Hafal Al-Qur’an, Dr. Raghib As-Sirjani dan Dr. Abdurrahman Abdul Khaliq: Aqwam

Refisi

  • Secara perinsip dalam menghafal Al-Qur’an tidaklah terpacu pada masalah usia asalkan ada iman yang memancar dalam hati maka besar harapan seseorang untuk hafal Al-Qur’an (contoh Rosulullah, Nabiy muhammad SAW beliau menerima wahyu pertama kali saat berusia sekitar 40 tahun sampai dengan 62 tahun lebih) namun beliau mampu nenghafalkanya bahkan bacananya sangat terjaga dari kesalahan maka jangan berkecil hati dalam masalah usia dan jangan merasa terlambat ”manjada wajada” barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam perkara agama maka insya allah akan bisa.

Penulis

Aris PP. Almunawwir

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s